Menganalisis blok diagram dari sistem mikro komputer (arsitektur komputer).
1. Arsitektur
Mikroprosesor
Ø Jenis Arsitektur
Mikroprosesor
Arsitektur
mikroprosesor biasanya berkaitan dengan bangunan, rancangan atau desain sebuah
mikroprosesor. Desain sebuah mikroprosesor dengan ciri-ciri pokok yang sering
disebut dengan features sebuah mikroprosesor dapat dipelajari
dengan baik melalui Internal
Software-Hardware Design. Arsitektur sebuah mikroprosesor
menunjukkan rancangan tentang perangkat lunak dan perangkat keras yang terpadu
Rancangan perangkat lunak dan
perangkat keras sebuah mikroprosesor dikembangkan secara simultan sebelum
sebuah mikroprosesor diproduksi. Arsitektur perangkat lunak mikroprosesor
disebut juga dengan set instruksi. Setiap mikroprosesor memiliki set instruksi
tersendiri yang terdiri dari sejumlah instruksi yang dapat bekerja di dalam
perangkat keras mikroprosesor.
Internal
software design berkaitan dengan bentuk atau rancangan set instruksi (instruction
set) yang digunakan. Set instruksi sebuah mrikroprosesor dibangun dan
dikembangkan bersamaan dengan pengembangan rancangan perangkat keras
mikroprosesornya. Setiap perintah dalam set instruksi harus bekerja pada saat
proses decoding yang dilakukan oleh perangkat keras
mikroprosesor. Disebut internal software karena
set instruksi berkaitan langsung dengan perangkat keras yang ada di dalam
mikroprosesor. Setiap perintah dalam set instruksi dikodekan dalam heksa
desimal.
Ø Jenis
Arsitektur Mikroprosesor
Arsitektur mikroprosesor biasanya
berkaitan dengan bangunan, rancangan atau desain sebuah mikroprosesor. Desain
sebuah mikroprosesor dengan ciri-ciri pokok yang sering disebut dengan features sebuah
mikroprosesor dapat dipelajari dengan baik melalui Internal Software-
Hardware Design. Pemahaman dan pengkajian mendalam
terhadap rancangan software dan hardware yang disebut juga dengan istilah
arsitektur akan sangat membantu dalam pemrograman mikroprosesor.
Arsitektur sebuah mikroprosesor
menunjukkan rancangan tentang perangkat lunak dan perangkat keras yang terpadu
menjadi satu. Rancangan perangkat lunak dan perangkat keras sebuah mikroprosesor
dikembangkan secara simultan sebelum sebuah mikroprosesor diproduksi.
Arsitektur perangkat lunak mikroprosesor disebut juga dengan set instruksi.
Setiap mikroprosesor memiliki set instruksi tersendiri yang terdiri dari
sejumlah instruksi yang dapat bekerja di dalam perangkat keras mikroprosesor.
Internal
software design berkaitan dengan bentuk atau rancangan set instruksi (instruction
set) yang digunakan. Set instruksi sebuah mrikroprosesor dibangun dan
dikembangkan bersamaan dengan pengembangan rancangan perangkat keras
mikroprosesornya. Setiap perintah dalam set instruksi harus bekerja pada saat
proses decoding yang dilakukan oleh perangkat keras
mikroprosesor. Disebut internal software karena
set instruksi berkaitan langsung dengan perangkat keras yang ada di dalam
mikroprosesor. Setiap perintah dalam set instruksi dikodekan dalam heksa
desimal.
A. Internal Software Design
Ada tiga
model arsitektur mikroprosesor dilihat dari perangkat lunak dalam bentuk set
instruksi sebagai software design yaitu:
(1) Complex Instruction Set
Computer (CISC)
(2) Reduce Instruction Set
Computer (RISC)
(3) Mikroprosesor Superskalar
1.Complex
Instruction Set Computer (CISC)
Pada mulanya
dalam industri komputer, pemrograman dilakukan menggunakan bahasa assembly atau
kode-kode bahasa mesin. Pemrograman semacam ini sangat powerful dan
mudah menggunakan instruksi. Perancang CPU mencoba membuat instruksi yang dapat
melakukan berbagai perintah kerja. CISC adalah jenis arsitektur mikroprosesor
yang menggunakan banyak jenis dan ragam instruksi. CISC menyediakan kemampuan
setiap instruksi dapat mengeksekusi operasi low-level, seperti men-load data
dari memori, operasi aritmetika, dan melakukan prosedur penyimpanan ke memori.
Mikroprosesor jenis ini memiliki kemampuan eksekusi cepat. Contoh mikroprosesor
dengan arsitektur CISC adalah Intel 8088, 8085, 8086, Zilog Z-80 CPU, NS 32016,
MC6800. Karena jumlah instruksi lebih banyak jenis dan ragamnya maka kelemahan
CISC terletak pada sulitnya mengembangkan interpreter dan kompiler.
2. Reduce
Instruction Set Computer (RISC)
RISC
merupakan arsitektur instruction set yang menekankan kepada
kesederhanaan instruksi “bekerja sedikit” tetapi tetap memberikan hasil
performansi yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena proses eksekusi instruksinya
sangat cepat. Arsitektur ini lebih baru dibandingkan dengan arsitektur CISC.
Arsitektur RISC memiliki sedikit instruksi banyak register. Contoh
mikroprosesor dengan artsitektur RISC adalah AMD 2900, MIPS R2000, SUN SPARC,
MC 8800, ATMET 90S1200, 90S2313, 90S2323, 90S2343, 90S4434, 90S8515.
Ciri-ciri
RISC :
§
Instruksi bersifat tunggal
§
Ukuran instruksi umumnya 4 byte
§
Jumlah mode pengalamatan (Addresing mode) lebih sedikit
dibawah lima,
§
Tidak ada mode pengalamatan tidak langsung (inderect addresing
mode),
§
Tidak ada operasi yang menggabungkan operasi Load/Store dengan
operasi aritmetika,
§
Setiap instruksi dalam satu lokasi memori memiliki lebih
dari satu operand.
§
Tidak mendukung sembarang peralatan
§
Satu instruksi satu alamat data,
§
Minimal 32 register interger dapat dirujuk secara eksplisit,
§
Minimal 16 register floating point direferensikan
secara eksplisit.
3. Mikroprosesor Superskalar
Mikroprosesor
dengan arsitektur superskalar adalah mikroprosesor yang menggunakan instruksi-instruksi
biasa (aritmetika, floating point, store, branch) tetapi bisa
diinisialisasi secara simultan dan dapat dieksekusi secara independen. Contoh
mikroprosesor dengan arsitektur superskalar antara lain: IBM RS 6000, Pentium
(CISC dengan konsep superskalar).
B. Internal Hardware Design
Internal
hardware design berkaitan dengan masalah-masalah jenis, jumlah, dan ukuran
register serta komponen lainnya. Untuk dapat menginstalasikan sebuah
mikroprosesor dengan komponen lainnya seperti RWM, ROM, dan I/O sebagai
komponen utama dan rangkaian Clock, Reset, Buffer, dan lain-lain sebagai
komponen pendukung, diperlukan pemahaman sistem bus yang dimiliki oleh setiap
mikroprosesor.
Ada tiga
jenis arsitektur mikroprosesor berdasarkan internal hardware design yaitu:
(1)
Arsitektur I/O terisolasi
(2)
Arsitektur I/O terpetakan dalam Memori
(3)
Arsitektur Harvard
(1.) Arsitektur I/O Terisolasi
Mikroprosesor
dengan arsitektur I/O terisolasi menggunakan disain pengalamatan atau pemetaan
I/O terpisah atau terisolasi dengan pengalamatan atau pemetaan memori.
Pengalamatan I/O menggunakan sebagian dari jumlah saluran alamat (address
bus) sedangkan pengalamatan memori menggunakan semua saluran alamat (address
bus). Ini merupakan ciri pokok dari mikroprosesor dengan arsitektur I/O
terisolasi. Ada pengendalian yang terpisah dan bergantian.
Pada saat
mikroprosesor mengakses memori maka I/O harus off. Sebaliknya pada saat
mikroprosesor mengakses I/O memori harus off.
Untuk
memudahkan memahami kita gunakan kasus sebuah mikroprosesor dengan arsitektur
I/O terisolasi memiliki saluran alamat 16 bit. Jumlah lokasi memori maksimum
yang dapat dialamati oleh mikroprosesor ini adalah 216 atau 64 Kilo byte dan
jumlah lokasi I/O yang dapat dialamati adalah 28 yaitu sama dengan 256 byte.
Jadi pengalamatan memori menggunakan seluruh saluran alamat dalam hal ini 16
bit sedangkan pengalaman I/O menggunakan sebagian saluran alamat dalam hal ini
8 bit.
Jenis
arsitektur I/O terisolasi menyediakan akses memori dan I/O secara terpisah.
Artinya pada saat mengakses memori, perangkat I/O harus off. Sebaliknya pada
saat mengakses I/O bagian memori harus off. Model arsitektur I/O terisolasi
terlihat jelas peta selsel memori terpisah atau terisolasi dengan peta sel-sel
I/O. Untuk mikroprosesor dengan bus alamat 16 bit yakni dari A0 sampai dengan
A15 sel memori berada pada alamat 0000H sampai dengan FFFFH. Sedangkan sel I/O
berada pada alamat terpisah diantara 00H sampai dengan FFH.
Metoda I/O
terisolasi menggunakan akumulator pada CPU untuk menerima data dari I/O atau
mengeluarkan data ke bus I/O selama operasi input output. Tidak ada register
lain selain akumulator yang terpakai untuk akses I/O. Dengan demikian
arsitektur I/O terisolasi disebut juga dengan I/O akumulator.
Keuntungan metoda I/O terisolasi :
§
Komputer dapat mengalihkan informasi/data ke atau dari CPU
tanpa menggunakan memori. Alamat atau lokasi memori sepenuhnya digunakan untuk
operasi memori bukan untuk operasi I/O.
§
Lokasi memori tidak terkurangi oleh selsel I/O
§
Instruksi I/O lebih pendek sehingga dapat dengan mudah
dibedakan dari instruksi memori.
§
Pengalamatan I/O menjadi lebih pendek dan perangkat keras
untuk pengkodean alamat lebih sederhana.
Sedangkan
kerugian arsitektur I/O terisolasi lebih banyak menggunakan saluran pin pengendalian
pada bus kendali dari mikroprosesornya.
Mikroprosesor
buatan perusahaan Intel dan mikroprosesor buatan Zilog menggunakan arsitektur
I/O terisolasi.
(2.) Arsitektur I/O Terpetakan dalam Memori
Mikroprosesor
dengan arsitektur I/O terpetakan dalam memori menyatukan sel-sel I/O dalam
pengalamatan bersama dengan sel-sel memori. Mikroprosesor dengan arsitektur I/O
terpetakan dalam memori dapat diilustrasi nampak bahwa sel-sel I/O menjadi satu
dengan sel-sel memori. Arsitektur I/O terpetakan dalam memori menunjukkan
penggunaan instruksi tipe memori untuk mengakses alat-alat I/O. I/O yang
dipetakan dalam memori memungkinkan CPU menggunakan instruksi yang sama untuk
alih data ke memori seperti yang digunakan untuk alih data ke I/O.
Sebuah pintu
I/O diperlakukan seperti sebuah lokasi memori. Keuntungan system ini adalah
instruksi yang dipakai untuk pembacaan dan penulisan memori dapat digunakan
untuk memasukkan dan mengeluarkan data pada I/O.
Kerugiannya
pertama tiap satu pintu I/O mengurangi satu lokasi memori yang tersedia. Kedua
alamat lokasi I/O memerlukan 16 bit saluran. Ketiga instruksi I/O yang
dipetakan dalam memori lebih lama dari instruksi I/O terisolasi. Gambar 2.2
menunjukkan bentuk pengendalian I/O terpetakan dalam Memori.
(3.) Arsitektur Harvard
Arsitektur
Harvard menggunakan disain yang hampir sama dengan arsitektur I/O terisolasi.
Perbedaannya pada arsitektur Harvard antara memori program dan memori data
dipisahkan atau diisolasi. Pemisahan antara memori program dan memori data
menggunakan perintah akses memori yang berbeda.
Arsitektur
Harvard ditinjau dari kemampuan jumlah memori lebih menguntungkan. Terpisahnya
memori program dengan memori data menyebabkan arsitektur Harvard berkemampuan
memori dua kali lipat kemampuan memori arsitektur I/O terisolasi.
2.
Diagram blok dan detil
pinout mikroprosesor
3.
RAM, ROM, I/O, address
decoder
Ø
RAM
RAM (Random
Access Memory) adalah perangkat dalam sebuah komputer atau gadget yang dapat
mengakses memori secara acak dengan cepat. Terkadang RAM juga disebut sebagai
memori utama dalam sebuah perangkat.
Kemampuan
RAM untuk mengakses data secara acak membuatnya lebih cepat menampilkan data.
Selain itu RAM juga dapat menyimpan data sementara pada perangkat saat
perangkat tersebut menyala dan data belum sempat disimpan pada harddisk. Dapat
dikatakan bahwa RAM adalah perangkat memori yang paling cepat dalam suatu
komputer dibandingkan dengan jenis perangkat memori lain seperti HDD atau Hard
Disk Drive dan SSD atau Solid State Drive.
Bentuk fisik
RAM
Meskipun
demikian, hal lain yang membedakan RAM dengan perangkat penyimpanan lainnya
adalah memori yang disimpan bersifat sementara dan akan hilang secara otomatis
jika komputer atau perangkat dimatikan.
Dapat
dijelaskan secara umum bahwa saat kita membuka suatu program maka terjadi
pemindahan data dari hard disk menuju RAM, mengapa? Karena data pada RAM lebih
cepat dan lebih mudah diakses dibandingkan dengan data atau memori pada
harddisk. Mengakses data dari RAM tidak memerlukan lag time atau
waktu untuk menunggu. Jadi semakin besar RAM dalam sebuah perangkat gadget maka
semakin cepat pula data atau memori dalam suatu program bisa diakses.
Faktanya,
kapasitas RAM bisa diperbesar untuk menambah kecepatan suatu perangkat komputer
atau gadget lain seperti laptop dan smartphone.
Ø ROM
ROM adalah singkatan dari ‘ Read
Only Memory ‘ yaitu suatu perangkat keras pada komputer atau PC yang berupa
chip memori semikonduktor yang isinya hanya bisa dibaca saja. ROM tidak
dapat digolongkan sebagai RAM (Random Access Memory), walaupun keduanya
mempunyai kesamaan yaitu dapat diakses secara acak atau random. ROM (Read Only
Memory) berbeda dengan RAM (Random Access Memory).
Atau bias juga definisi ROM adalah
salah satu memori yang terdapat di dalam komputer. ROM ini mempunyai sifat
permanen, yang artinya program atau data yang disimpan didalam ROM tidak mudah
hilang ataupun berubah-ubah walau aliran listrik di sudah matikan. Menyimpan
data di dalam ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dapat
dilakukan dengan mudah. Biasanya program atau data yang ada diisi oleh pabrik
yang membuatnya. Oleh karena itu sifat ini, biasa dipakai untuk menyimpan
firmware (perangkat lunak yang berhubungan sangat erat dengan perangkat keras).
Ø I/O Device (Perangkat Input/Output) komputer
I/O
adalah Suatu perangkat yg berhubungan dengan
sistem komputer dengan cara mengirim sinyal melalui suatu kabel atau bahkan
melalui udara.
I/O merupakan salah satu
komponen computer yang penting, I/O devices menjadikan komputer berguna bagi
manusia, Sebuah sistem
kontrol I/O bertujuan untuk memberikan bantuan kepada user untuk memungkinkan
mereka mengakses berkas, tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan
waktu penyimpanan. Kontrol I/O menyangkut manajemen berkas dan peralatan
manajemen yang merupakan bagian dari sistem operasi.
4.
Sistem bus (addres bus,
data bus, control bus)
Ø Pengertian
decoder
Pengertian Decoder adalah alat yang di gunakan
untuk dapat mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau
menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga dapat di artikan sebagai
rangkaian logika yang di tugaskan untuk menerima input input biner dan
mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut.
Kebalikan dari decoder adalah encoder.
·
Address Bus
·
Data Bus
Adalah jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem
komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat
membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat
ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara
keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menirma data
melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur
paralel.
·
Control Bus
Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke
Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur paralel.
·
Processor
Processor adalah komponen yang bertugas memproses perintah dan
logika yang diberikan oleh operator computer
5.
Diagram blok sistem
minimal komputer



Comments
Post a Comment